Waspadai Bahaya Akibat Kebiasaan Mendengkur, Juga Ketahui Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa mendengkur atau yang juga dikenal dengan istilah mengorok merupakan hal yang biasa yang tidak berbahaya. Padahal menurut medis, bisa jadi kebiasaan tidur sambil mendengkur ini jadi awal dari gejala penyakit yang lebih serius, salah satunya stroke.

Kebiasaan tidur mendengkur biasanya terjadi pada orang yang memiliki masalah berat badan berlebih. Namun demikian bukan tidak mungkin mendengkur juga terjadi pada orang yang memiliki berat badan ideal. Karenanya, penting untuk mengetahui tentang apa saja penyebab dari kebiasaan tidur mendengkur atau mengorok ini.

Dengkuran yang muncul saat tidur bisa disebabkan oleh adanya sumbatan pada rongga pernafasan oleh pangkal lidah ketika kita tidur. Hal ini menyebabkan bergetarnya saluran napas, dan menghasilkan suara. Tersumbatnya rongga pernafasan juga akan membuat penurunan aliran udara ke saluran pernapasan dan menyebabkan kondisi kekurangan oksigen. Inilah yang biasa berbahaya.

Penyebab Tidur Mendengkur

Tersumbatnya saluran nafas yang membuat tidur mendengkur bisa dikarenakan oleh beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah sebagaimana berikut ini:

1. Posisi tidur
Pada orang yang tidur dengan posisi telentang, maka kemungkinan mendengkur akan lebih besar. Hal ini dikarenakan pada posisi seperti ini membuat leher, tenggorok dan lidah lebih relaks, yang pada akhirnya menyebabkan terhambatnya jalan napas dan turbulensi aliran udara.

2. Sleep apnea
Sleep apnea adalah adalah kondisi seringnya berhentinya nafas selama beberapa detik dan ini adalah penyebab tidur mendengkur yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan nyawa melayang. Karena pada kondisi ini, terjadi sumbatan saluran napas atas dengan adanya periode henti napas selama kurang lebih 10 detik. Baca juga : Penyebab sering bangun malam hari saat tidur

3. Sumbatan di hidung dan jaringan sekitarnya
Terjadinya sumbatan di hidung bisa dikarenakan oleh deviasi septum, alergi, sinusitis, polip hidung, pembengkakan rongga hidung ataupun pembesaran kelenjar adenoid. Sementara pada anak, pembesaran kelenjar adenoid merupakan penyebab mendengkur yang paling sering.

Akibat dari adanya sumbatan tersebut, seseorang biasanya akan bernapas melalui mulut. Hal ini turut menyebabkan suara dengkuran yang dikeluarkan akan semakin keras.

4. Obat-obatan dan alkohol
Beberapa jenis obat-obatan dan alkohol bisa menyebabkan relaksasi otot saat tidur. Bila ternyata otot langit-langit, lidah, leher dan tenggorok menjadi lebih relaks dari yang seharusnya, maka saluran nafas bisa kolaps dan getaran antar jaringan menjadi lebih besar. Akibatnya adalah suara dengkuran akan terdengar ketika tidur.

5. Penyempitan saluran napas akibat perubahan anatomi
Penyempitan saluran napas akibat perubahan anatomi tubuh yang menyebabkan terjadinya dengkuran saat tidur, di antaranya:

● Langit-langit lunak tebal
Ini adalah jaringan lunak di bagian belakang langit-langit mulut. Lagit-lagit lunak berperan untuk memisahkan bagian orofaring (menghubungkan mulut-tenggorok) dengan nasofaring (menghubungkan hidung-tenggorok).

Lagit-lagit lunak berperan penting dalam proses bernapas dan menelan. Saat bernapas melalui hidung, langit-lagit ini akan terdorong ke depan dan membuka jalur napas sehingga udara dapat masuk ke dalam paru. Letak langit-langit lunak yang lebih rendah dan tebal dapat menyempitkan jalan napas, sehingga getaran yang terjadi besar. Ujung-ujungnya, mendengkur saat tidur tak bisa dihindari lagi.

● Uvula memanjang
Uvula adalah perpanjangan dari langit-langit lunak yang terlihat seperti segitiga. Organ ini terlihat menggantung di bagian belakang mulut. Uvula yang memanjang dapat menyebabkan sumbatan aliran udara dan peningkatan getaran, yang menyebabkan terjadinya dengkuran saat tidur.

● Pembesaran amandel
Amandel atau tonsil merupakan kumpulan kelenjar getah bening yang terletak di bagian belakang mulut. Amandel berfungsi sebagai pertahanan untuk melawan infeksi. Jika terjadi peradangan pada organ ini, ukurannya dapat bertambah besar dan menutup jalur napas, sehingga menyebabkan mendengkur saat tidur.

● Lidah besar
Bagian belakang yang besar dapat menyebabkan lidah jatuh ke arah belakang dan menutup atau mempersempit jalur napas.

● Kelebihan jaringan lemak leher
Adanya kelebihan jaringan lemak di belakang tenggorok pada orang yang obesitas juga dapat menyebabkan menyempitkan jalur napas.

Setelah kita tahu apa saja penyebab mendengkur saat tidur, maka selanjutnya kita juga perlu mengetahui bagaimana saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tidur mendengkur ini. Karena bila dibiarkan, selain tidur seperti ini mengganggu orang lain, juga dikhawatirkan bisa berbahaya, semisal bila dengkuran diakibatkan oleh masalah sleep apnea.

Cara Menghentikan Kebiasaan Tidur Mendengkur

Kebiasaan tidur mendengkur selain mengganggu ketenangan orang di sekitar, ini juga bisa jadi berbahaya bagi kesehatan. Karenanya anda perlu coba untuk menghilangkan kebiasaan tidur mendengkur seperti ini. Beberapa tindakan yang bisa coba anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan mengorok saat tidur misalnya dengan:

1. Mengubah posisi tidur
Anda bisa coba dengan tidur dalam posisi tubuh miring. Posisi tidur seperti ini akan membuat udara lebih mudah mengalir. Anda juga bisa coba memposisikan tidur dengan menaikkan posisi kepala anda saat tidur, misalnya dengan mengganjal kepala dengan bantal, karena posisi ini juga bisa mengurangi ngorok yang terjadi. Baca juga :Posisi tidur yang baik menurut kesehatan

2. Menurunkan berat badan
Orang yang gemuk lebih mungkin bermasalah dengan tidur mendengkur. Karenanya, cobalah untuk menurunkan berat badan. Langkah ini akan membantu mengurangi jumlah lemak di leher yang bisa mengecilkan diameter tenggorokan.

Lakukan olehraga lebih rutin, atau bisa juga dengan mengurangi asupan kalori. Caranya dengan makan dalam porsi kecil dan tambahkan makanan yang bergizi.

3. Hindari konsumsi alkohol, obat penenang, dan hentikan merokok

Mengonsumsi alkohol ataupun obat penenang bisa membuat otot tenggorokan menjadi rileks secara berlebihan, sehingga menimbulkan ngorok. Hindari atau mungkin hentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Atau setidaknya selama 2 jam sebelum tidur stop dulu minum alkohol.

Selain cara itu, untuk membantu mengurangi ngorok juga bisa menghentikan kebiasaan merokok. Untuk bagaimana cara berhenti merokok, anda bisa minta bantuan dengan terlebih dahulu mengkonsultasikan dengan dokter mengenai caranya.

4. Tidur yang cukup
Setiap orang dewasa disarankan untuk tidur malam minimal selama 7 jam. Sedangkan waktu tidur yang disarankan untuk anak-anak bervariasi sesuai umur. Anak usia pra sekolah sebaiknya tidur antara 10-13 jam per hari. Anak usia sekolah sebaiknya tidur selama 9-12 jam per hari. Terakhir, anak remaja sebaiknya tidur selama 8-10 jam per hari.

5. Atasi masalah sumbatan hidung

Kondisi alergi atau pilek bisa menurunkan aliran udara yang melalui hidung, sehingga membuat anda bernapas melalui mulut. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya ngorok. Cobalah untuk menghindari faktor pencetus alergi (alergen) anda. Coba ingat-ingat apa saja yang mungkin bisa membuat anda alergi.

Alergen yang berada dalam kamar atau pada bantal bisa meningkatkan risiko timbulnya dengkuran. Setiap 2 minggku sekali setidaknya anda bersihkan bantal, dan juga 6 bulan sekali ganti bantal. Kebiasaan memasukkan hewan peliharaan juga sebaiknya anda hilangkan.

Saat pilek terlanjur datang menyerang, maka coba atasi pilek yang anda derita dengan mandi air panas sebelum tidur dan membilas rongga hidung dengan air garam.

Bila sudah mencoba kita-kiat tentang bagaimana cara menghentikan kebiasaan mendengkur seperti diatas namun tidak juga berhasil, maka cobalah untuk memeriksakan diri mengenai bagaimana cara penanganan kebiasaan tidur mendengkur yang anda alami tersebut dengan dokter.

Jangan terus anda biarkan kebiasaan mengorok berlarut-larut. Karena selain mengganggu orang lain, tidur mendengkur juga bisa membahayakan kondisi kesehatan anda.

loading...
Waspadai Bahaya Akibat Kebiasaan Mendengkur, Juga Ketahui Penyebab dan Cara Menghilangkannya | admin | 4.5